Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit menular melalui Forum Penguatan Program RSSH (Resilient and Sustainable Systems for Health) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amaris Gorontalo, Jumat (18/9/2026), menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat sistem kesehatan daerah sekaligus mendorong langkah konkret dalam pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan malaria.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto, mengatakan penguatan sistem kesehatan merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit menular.
Menurutnya, target eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria pada 2030 bukan sekadar agenda sektor kesehatan, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui keterlibatan berbagai pihak.
“Oleh sebab itu, target eliminasi penyakit menular HIV/AIDS, TBC dan Malaria di tahun 2030 adalah komitmen yang harus kita capai bersama,” lanjutnya.
Nuryanto menilai, kondisi Kota Gorontalo sebagai wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi membutuhkan sistem mitigasi yang kuat.
Mobilitas tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular. Karena itu, koordinasi antarinstansi dan pembagian peran yang jelas dinilai penting agar penanganan dapat berjalan lebih efektif.
Melalui Forum RSSH 2026, pemerintah daerah berharap berbagai pihak dapat merumuskan langkah pengendalian penyakit yang lebih terukur, mulai dari upaya pencegahan hingga tindak lanjut program di lapangan.
“Olehnya, melalui penguatan RSSH 2026 ini, Pemerintah daerah berharap lahir solusi-solusi cerdas yang lebih kuat, pembagian peran yang jelas, serta tindak lanjut yang lebih terukur lagi,” pungkasnya.
Pemkot Gorontalo berharap penguatan kolaborasi tersebut dapat memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah sekaligus mendukung pencapaian target eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria pada 2030. (Adv)


















