Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mendorong penguatan Museum 23 Januari sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus sarana menjaga identitas daerah bagi generasi mendatang.
Upaya tersebut menjadi bagian dari rencana pemanfaatan dana apresiasi senilai Rp1 miliar yang diterima Pemkot Gorontalo dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi pada kategori akses dan kualitas layanan kesehatan.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melalui Juru Bicara Pemkot Gorontalo, Jeffry As. Rumampuk, mengatakan Museum 23 Januari memiliki nilai penting dalam memperkenalkan perjalanan sejarah Gorontalo kepada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Menurutnya, keberadaan museum harus mampu menghadirkan sejarah bukan hanya sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
“Warisan sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus bisa menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda. Karena itu, kalau kemudian penghargaan ini diarahkan untuk mendukung Museum 23 Januari, semangatnya adalah menjaga apa yang sudah diwariskan sekaligus membuatnya tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya,” ujar Jeffry.
Ia menjelaskan, penguatan museum tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Lebih dari itu, diperlukan upaya untuk mengemas dan menyampaikan sejarah daerah secara lebih baik agar dapat dipahami oleh masyarakat luas.
Terutama bagi generasi muda, museum diharapkan menjadi ruang yang mampu menumbuhkan pemahaman terhadap perjalanan sejarah serta identitas Gorontalo.
Jeffry menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan sejarah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga oleh kemampuannya mempertahankan identitas.
“Pembangunan itu tidak boleh membuat kita kehilangan sejarah. Justru pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas daerah. Museum 23 Januari adalah salah satu ruang penting untuk itu,” tegas Jeffry.
Ia menambahkan, Pemkot Gorontalo tetap akan memperhatikan ketentuan dan mekanisme pengelolaan anggaran dalam merealisasikan rencana pemanfaatan dana apresiasi tersebut.
Melalui penguatan Museum 23 Januari, pemerintah daerah berharap warisan sejarah Gorontalo dapat terus terjaga, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv)


















