Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Ekonomi & Bisnis

Prabowo: Pemerintah Bakal Investasi Untuk 30 Proyek Yang Ciptakan 8 Juta Lapangan Kerja

13
×

Prabowo: Pemerintah Bakal Investasi Untuk 30 Proyek Yang Ciptakan 8 Juta Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

GRESIK, – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah akan memulai investasi hilirisasi untuk 30 proyek besar pada tahun 2025 ini.

Dari proyek tersebut nantinya bisa tercipta sekitar 8 juta lapangan kerja.

Example 300x600

Prabowo bilang, rencana investasi 30 proyek hilirisasi sudah dibahas bersama anggota Kabinet Merah Putih.

Dok. YouTube Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto meresmikan 17 stadion berstandar internasional. Peresmian dipusatkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/3/2025).

“Kami sudah memutuskan untuk mulai tahun ini juga kurang lebih hampir 30 proyek-proyek besar, kita lihat terus mulai dari 20, 21, tapi kita lihat ada kemampuan, kemungkinan bisa mencapai hampir 30 proyek, cukup besar, yang ujungnya tidak hanya di hilir, kita juga tetap akan investasi di bidang hulu yang strategis,” ujar Prabowo saat peresmian pabrik precious metal refinery (PMR) atau pabrik smelter emas PT Freeport Indonesia (PTFI) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Senin (17/3/2025).

Prabowo menuturkan, investasi hilirisasi yang akan direalisasikan meliputi berbagai sektor. Antara lain pertanian pertanian dan perikanan. Tujuannya untuk menambah devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar.

Kepala Negara memperkirakan investasi 30 proyek hilirisasi bisa menciptakan 8 juta kesempatan kerja.

“Perkiraan kita dari program investasi kita yang kita akan mulai tahun ini, kita bisa menciptakan lapangan kerja kurang lebih 8 juta lapangan kerja,” ungkap Prabowo.

Ia pun optimistis target tersebut bakal tercapai karena Indonesia punya banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM).

Hanya saja, pemerintah dan masyarakat perlu terus bekerjasama mengelola potensi Indonesia dan menjaga tata kelola yang baik.

“Kita sangat optimis, kita sangat bersyukur, kita memiliki sumber daya. Sekarang menjadi tugas dan kewajiban kita untuk mengelola sumber daya tersebut dengan sebaik-baiknya dan dengan tertib, dengan good governance, dengan transparansi, dan dengan akuntabilitas yang sebaik-baiknya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *